MASALAH SOSIAL
FAKTOR-FAKTOR YANG
MENJADI MASALAH SOSIAL DIMASYARAKAT
Masalah sosial adalah suatu
ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang
membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara
unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan beberapa jenis faktor, antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana
terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian
, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan
oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap
pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan juga merupakan masalah global, sebagian
orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang
lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi
memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan
saat ini memang merupakan suatu kendala dalam masyarakat ataupun dalam rung
lingkup yang lebih luas. Kemiskinan menjadi masalah sosial karena ketika
kemiskinan mulai merabah atau bertambah banyak maka angka kriminalitas yang ada
akan meningkat. Banyak orang saat ini menerjemahkan kemiskinan sebagai pangkal
penyebab masalah sosial dan ekonomi. Kini kemiskinan menjadi masalah sosial
ketika stratifikasi dalm masyarakat sudah menciptakan tingkatan atau
garis-garis pembatas. sehingga adanya kejanggalan atau batas pemisah dalam
interaksi atau komunikasi antara orang yang berada di tingkatan yang dibawah
dan di atasnya.
Selain itu, penganguran pun akan sulit dalam hal mencari lapangan pekerjaan,
masyarakat tanpa perkerjaan tidak mempunyai mata pencaharian akan memanfaatkan
lingkungan sekitar, sebagai usaha dalam memenuhi kebutuhannya tanpa
mempertimbangkan kaidah-kaidah ekologis yang berlaku. Karena desakan ekonomi,
banyak penduduk yang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memasuki kawasan-kawasan
yang sebenarnya dilindungi, apabila tidak dicegah dalam jangka waktu yang tidak
terlalu lama menyebabkan kawasan lindung akan berkurang bahkan hilang sama
sekali, yang berdampak pada hilangnya fungsi lingkungan (sebagai pemberi jasa
lingkungan). Selain itu menyebabkan tindakan kriminal yang menyebabkan
permasalahan baru dalam hal masalah sosial.
Beberapa penyebab
kemiskinan:
a. Adanya
kemiskinan karena angka kelahiran yang tinggi
b. Mereka tetap
miskin karena menutup diri dari pengaruh luar
c. mereka tercipta
karena korban ketidak adilan para pengusaha
d. Mereka tetap ada
karena adanya pembiaran-pembiaran yang dilakukan oleh penguasa dan pengusaha
e. Mereka menjadi
miskin karena manajemen keluarga yang buruk
2. Faktor Budaya :
Perceraian, kenakalan remaja, dll.
Perceraian
merupakan problema kebudayaan ini paling sering terjadi di tengah tengah
masyarkat kita perceraian yang merupakan putusnya hubunagn suami-isteri
banyak terjadi karena salah satu pasangan tersebut melakukan selingkuh,
selingkuh biasanya terjadi karena semakin mudahnya seseorang berkenalan bersama
teman selingkuhannya. Kemajuan teknologi dewasa ini semakin mendorong hal
tersebut Kenakalan dan kejahatan remaja sekarang semakin hari semakin bertambah
banyak Contohnya ada sekitar 8 ribu anak SD yang kecanduan memakai narkoba
sehingga masuk pada program rehabilitasi
Keluarga merupakan asal dasar permulaan hidup manusia, karenanya bila
terjadi masalah dalam keluarga tentunya akan mempengaruhi keadaan sosial dari
anggota keluaganya. Permasalahan perceraian orang tua merupakan salah satu
masalah sosial dalam keluaga yang cukup banyak terjadi dilingkungan kita saat
ini. Masalah ini akan lebih menekan keadaan sosial dari anak-anak nya dalam
keluarga. Anak yang ayah dan ibunya berpisah biasanya akan selalu menyendiri
atau terkadang anak menjadi susah dikendalikan, alhasil anak-anak dari keluaga
tersebut akan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan yang berada disekitarnya.
Contoh : Bani adalah anak dari keluarga yang orang tuanya berpisah. Karena hal
itu Bani lebih sering diluar rumah dibandingkan dengan dirumahnya.
Sampai-sampai ia membenci orang tuanya. Ia lebih percaya dengan temannya
dibandingkan orang tuanya sehingga ia terbawa dengan temannya, ia mulai
mengikuti temannya seperti merokok. Dan pada akhirnya ia ikut-ikutan temannya
mencoba narkoba sampai akhirnya ia kecanduan narkoba. Dari contoh tersebut
dapat kita simpulkan bahwa perceraian orang tua merupakan masalah sosial
keluarga yang sangat mempengeruhi mental anak sehingga menjadi lemah dan kehilangan
akal sehatnya. Oleh sebab itu, orang yang mengalami seperti ini harus diberikan
perhatian khusus sehingga tidak terjebak dalam lingkungan sosialnya yang
negatif.
Lingkungan
sosial menjadikan kenakalan remaja
Permasalahan
yang satu ini pasti akan dirasakan pada setiap keluarga. Setiap keluarga
pastinya akan melakukan interaksi pada lingkungan sosialnya. Lingkungan akan
dengan cepat menilai keadaan sosial dalam keluarga tersebut. Namun lingkungan
sosial dapat membuat masalah dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu untuk
menghadapinya keluarga harus ditanamkan moral dan prinsip secara konsisten
sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap lingkungan sosial. Beberapa faktor
yang cukup membuat masalah sosial dalam keluarga yaitu faktor moral, prinsip,
keyakinan, dan sosialisasi. oleh sebab itu keluarga harus menanamkan moral,
prinsip, keyakinan, dan sosialisasi semenjak dini sehingga sudah tertanam kuat
dalam masing-masing anggota keluarga.
Jadi menurut
pendapat saya pribadi, perkembangan itu merupakan suatu proses pendewasaan baik
dalam aspek psikologi maupu mental serta cara berpikir kita ke arah yang lebih
dewasa serta cara berpikir kita untuk mendapatkan hal-hal yang baru dalam hidup
kita.Walaupun globalisasi yang kita alami kadang tidak selalu sempurna.Perkembangan
itu tidak dapat diukur tetapi orang di sekitar kita lah yang dapat mengukur
perkembangan kita,perkembangan ini berbeda dengan pertumbuhan yang dapat diukur
secara matematis pertumbuhan itu sendiri adalah proses dan perubahan FISIK
berbeda dengan perkembangan yakni perubahan MENTAL.Dalam pertumbuhan yang
diamati seperrti berat badan,tinggi badan
Usia
remaja erat kaitannya dengan perubahan sikap dan pola perilaku pada diri
seseorang. Suatu hal yang alamiah bahwa dunia remaja selalu diwarnai dengan
perilaku-perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang telah diserapnya,
karena keinginannya untuk menemukan jati diri dan adanya dorongan untuk tidak
mau dikendalikan oleh orang lain. Dalam kondisi alamiah inilah peran orang tua
sebagai penanggung jawab mengenai perilaku anak-anak sangat diharapkan.
Kecenderungan remaja terikat dengan
lingkungan sosial sebayanya memudahkan remaja terbawa arus lingkungannya. Oleh
karena itu, orang tua wajib mengenali secara benar siapa saja teman sebaya
anaknya yang sedang memasuki masa remaja.
Kenakalan
remaja merupakan bentuk aktivitas sekelompok remaja yang tidak sesuai dengan
nilai dan norma sosial yang berlaku. Sesuai dengan sifat remaja yang sedang
mengalami pertumbuhan dan perkembangan emosi, perilaku mereka mencerminkan
gejolak emosi tanpa mempedulikan lingkungannya. Misalnya kebut-kebutan,
membikin keonaran/keributan, dan selalu melakukan aktivitas-aktivitas untuk
memuaskan rasa ingin tahunya yang sangat besar. Mudahnya remaja terlibat dalam
penyalahgunaan narkoba, miras, merokok
bahkan tindak kejahatan merupakan bentuk perilaku menyimpang yang selalu
berawal dari iseng atau coba-coba yang membuatnya mudah terjerumus ke perilaku
menyimpang. Seiring dengan proses pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang selalu berganti
generasi, maka gejala kenakalan remaja pun selalu ada dalam kehidupan
masyarakat dengan berbagai bentuk sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penggunaan Narkoba bentuk dari kenakalan remaja
Orang
yang menyalahgunakan pemakaian narkoba merupakan bentuk
penyalahgunaan yang bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga mengganggu
lingkungan sosial akibat sikap yang ditimbulkan dari ketergantungan terhadap narkoba. Orang yang
mengalami ketergantungan pada narkoba biasanya akan melakukan berbagai cara
untuk mendapatkan narkoba, seperti mencuri,
merampok, dan merampas. Penyalahgunaan narkoba seringkali menyebabkan masalah
kejiwaan dan kesehatan yang serius bagi
penggunanya. Kehidupan sosial pemakainarkoba menjadi terganggu,
sukar bergaul dan cenderung mudah terpengaruh tindak kejahatan.
Pengaruh narkoba terhadap tubuh yang
sehat akan mengakibatkan gangguan mental dalam bentuk emosional, perilaku tidak
terkendali, penurunan daya ingat yang sangat drastis, kerusakan sistem saraf
otak. Adapun secara umum, ciri-ciri pemakai narkoba antara lain:
a. daya konsentrasi menurun,
b. malas, gairah untuk hidup hilang,
d. tidak mampu menggunakan akal pikirannya
secara sehat,
e. sangat sensitif, emosional, dan agresif,
f. ketergantungan terhadap narkoba akan
menimbulkan rasa sakit pada sekujur tubuh.
3. Faktor Biologis :
Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
Penyakit yang paling berbahaya sekarang
adalah HIV/AIDS bukan karenaa penyakit itu mematikan tetapi penyakit itu kini
semakin menjadi trend di tengah masyarakat kita tentu miris dan merasa takut
dengan melihat fakta seperti ini. Seks bebas adalah berhubunagn intim yang dilakukan diluar jalinan/ikatan
pernikahan seks bebas merupakan gaya hidup dari barat yang telah meracuni
negeri tercinta ini bahkan kalangan penikmat seks bebas terjadi di kalangan
remaja SMP dan SMA bahkan untuk usia antara 15-2 tahun yang melakukan seks
bebas lebih dari 60%
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)
adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human
immunodeficiency virus (HIV). Tubuh yang terserang AIDS akan rentan terhadap
infeksi penyakit, sehingga mengakibatkan kematian. Saat ini, AIDS telah
tersebar luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Virus
HIV tersebar melalui pertukaran cairan tubuh, seperti darah, sekreta dari alat
kelamin (cairan semen dan cairan vagina), dan air susu. Oleh sebab itu, HIV
menular lewat hubungan seksual dengan penderita HIV
(baik melalui anus atau vagina), kontak melalui darah dan produk-produk darah
(misalnya serum), serta kegiatan menyusui dari ibu penderita HIV kepada anak
yang disusuinya. Meskipun HIV juga terdapat dalam air ludah dan urin, namun
virus ini tidak cukup kuat untuk menyebabkan infeksi. Kontak biasa dengan orang
yang terinfeksi HIV, seperti mengobrol, bersalaman, makan bersama, dan
berenang, tidak akan menularkan HIV. Selain menimbulkan gejala influenza,
seperti demam, pusing, dan hidung tersumbat, seseorang yang terinfeksi HIV juga
mengalami beberapa gejala, seperti batuk, penurunan berat badan, pembesaran
kelenjar getah bening, gangguan penglihatan, serta gangguan saraf dan otak.
Para pecandu narkoba yang terinfeksi HIV sering mengalami gejala tambahan,
seperti penyakit kuning, sesak napas, dan jantung berdebar-debar. Apabila
jumlah sel turun sampai di bawah 200 sel per mikroliter darah, orang yang
terinfeksi HIV akan mengalami gejala-gejala infeksi oporturiistik dan kanker,
seperti pneumonia pneumosistis (infeksi paru-paru), sitomegalovirus, herpes,
serta kanker sarkoma kaposi (kanker pembuluh darah) dan kanker leher rahim.
Keracunan makanan, biasanya disebabkan karena mengkonsumsi makanan
& minuman yang telah terkontaminasi dengan bakteri, parasit atau virus.
Bahan kimia berbahaya juga dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan jika
mereka mengkontaminasi makanan baik saat panen ataupun proses lainnya. Meskipun
kebanyakan kasus keracunan makanan tidak terdiagnosa & dilaporkan, tetapi
menurut CDC, di Amerika diperkirakan terdapat 76 juta orang yang mengalami
kasus keracunan makanan setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 5000 orang
meninggal dunia. Sedangkan di Indonesia, meskipun tidak terdapat data yang
pasti, bisa jadi angka tersebut lebih besar lagi. Hal ini karena masih
rendahnya pengetahuan sebagian besar masyarakat mengenai kebersihan makanan.
Pada sebagian besar kasus keracunan makanan, gejala yang timbul hampir
mirip dengan flu perut/flu usus. Gejala tersebut dapat berlangsung mulai dari
hitungan jam hingga hari, berikut gejala terjadinya keracunan makanan yang
medicastore ambil dari digestive.niddk.nih.gov :
a. Kram perut
b. Mual
c. Muntah
d. Diare, kadang bercampur dengan darah
e. Demam
f. Dehidrasi
Bakteri dapat menyebabkan terjadinya
keracunan makanan melalui 2 cara. Beberapa bakteri dapat menginfeksi usus, yang
menyebabkan terjadinya peradangan & kesulitan untuk menyerap nutrisi &
air, sehingga timbul diare. Bakteri jenis lain dapat menghasilkan senyawa kimia
dalam makanan (sering disebut dengan toksin) yang berbahaya bagi sistem
pencernaan manusia. Saat termakan, senyawa kimia tersebut dapat menimbulkan
mual, muntah, kegagalan ginjal bahkan kematian.
4.
Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
Masalah
sosial bisa timbul oleh karena faktor psikologis, seperti kebingungan,
disorganisasi, penyakit syaraf dan sebagainya. Dikatakan demikian oleh karena
faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan manusia atau warga masyarakat tidak
mampu untuk berpikir dan bertindak secara wajar.
Stres juga dapat memicu penyakit syaraf, secara
alami memberitahu tubuh untuk memproduksi hormon kortisol. Masalahnya, hormon
ini dapat memecah kekebalan tubuh, pencernaan, saraf, dan otot, kata Molitor. Yang
lebih parah, katanya, gejala-gejala fisik yang Anda berakhir dengan kecemasan
emosional hingga penyakit yang berujung kematian. Maka itu, penting untuk
mengurangi stres dengan tidur yang cukup, makan makanan sehat, olahraga,
berteman dan melakukan aktivitas atau hobi yang menyenangkan. Selain itu,
kenali tanda-tanda stres sebelum semuanya menjadi berubah menjadi penyakit.
Lebih jauh, berikut penjelasan para ahli kesehatan dalam mengenali gejala
stres.
Aliran
sesat
adalah aliran yang menyimpang dari norma keagamaan itu sendiri, meskipun mereka
menganggap semua hal yang mereka yakini itu adalah suatu kebenaran, tapi pada
kenyataannya mereka tetaplah salah. Mereka tidak mengakui Tuhan sebagai
pencipta dari segala yang ada di jagad semesta ini, melainkan mereka
mentuhankan hal-hal yang tidak masuk diakal seperti patung, pohon, benda-benda
antik dan sebagainya. Tapi diantara beberapa aliran sesat tersebut ada yang
mengakui Tuhan itu ada, tapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan tata cara agama
yang telah ada sebelumnya, sehingga meskipun mengakui adanya Sang Maha
Pencipta, namun tetap saja pelaksanaannya salah dan dapat dikategorikan
menyimpang. Hal itulah yang memicu banyaknya penyimpangan sosial lain, baik berupa
tindak anarkis ataupun asusila. Hal ini dikarenakan dalam beberapa ajarannya,
aliran sesat ini biasanya membebaskan para pengikutnya untuk berbuat sesuatu
yang melebihi norma dan kewajaran, seperti pemerkosaan, perampokan, pembunuhan,
penganiayaan, dan lain sebagainya.
Hal
Yang Mendasari Terjadinya Aliran Sesat
Dengan
makin berkembangnya teknologi komunikasi selain berdampak positif hal ini
serta-merta membawa dampak negatif juga, yaitu mudah masuknya hal-hal yang
menyimpang dari negara lain yang kemudian masuk kenegara kita dengan leluasa.
Meskipun pemerintah negara kita telah berupaya memfilter hal negatif ini, namun
hal negatif ini terlalu besar jumlahnya dan filter pemerintah tersebut hanya
bisa menyaring sebagian, TIDAK SELURUHNYA. Hal inilah yang kemudian menjadi
penyebab utama maraknya hal-hal negatif dinegara kita ini, terutama aliran
sesat sendiri. Selain melalui teknologi yang canggih, kecenderungan aliran
sesat ini juga timbul akibat dampak langsung dari era globalilsasi yang semakin
bergejolak dinegara berkembang ini. Berbagai macam budaya masuk, dan budaya
yang masuk melalui berbagai cara itu pun tanpa difiltrasi ulang oleh setiap
orang kemudian diadopsi dan dijadikan sebuah gaya hidup dan kebutuhan. Terlebih
anak muda, yang biasanya jika ada hal baru selalu tidak pernah mau ketinggalan.
Itu mengapa aliran sesat ini mayoritasnya menjangkit kaum-kaum muda bangsa ini.
Cara
Mengatasinya
Aliran
sesat ini mudah sekali menyerang kaum muda, terutama yang imannya selalu goyah.
Maka dari itu hal yang paling pertama adalah dengan meningkatkan iman dan
ketakwaan kepada Tuhan, di Indonesia ini ada 5 agama yang telah diakui
kebenarannya Katolik,Islam, Hindu, Budha, dan Kristen, ke-5 agama itu baik,
agama tersebut yang menjadi simbol iman kita terhadap Sang Pencipta maka agama
dan iman itu yang akan membentengi kita dari hal-hal menyimpang dan sesat, maka
rajin lah untuk berdoa atas keyakinanmu, pahami dan perdalam ilmu keagamaanmu
itu. Selain dari iman dan diri sendiri, peran orang tua dan lingkungan terdekat
adalah hal yang ampuh untuk membentengi seseorang dari penyimpangan dan
kesesatan. Kita harus bisa menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak
terjerumus kedalam kesesatan dan penyimpangan, kita harus bisa saling
bertoleransi dan mengingatkan satu dengan yang lain, meskipun misalnya kita
berbeda keyakinan. Tapi untuk saling mengingatkan tidak pernah ada yang namanya
perbedaan. Orang tua juga harus selalu mengawasi dan membimbing anaknya agar
dia menyadari mana hal baik dan buruk agar tidak tersesat dijalur yang salah.
Direct
by : AGENG SYOFIYANDA
10114433
1
KA 25
UNIVERSITAS
GUNADARMA SISTEM INFORMASI
email : ibescamp@gmail.com